Selasa, 13 Maret 2012
Pemasaran Sosial Kesehatan
SATUAN ACARA PERKULIAHAN (S.A.P)
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
Univet Bantara Sukoharjo
Mata Kuliah : Pemasaran Sosial
Bobot Kredit : 2 SKS
Tatap Muka Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Tujuan Instruksional Umum (T.I.U) Tujuan Instruksional Khusus (T.I.K) Sumber/ Literatur Bentuk Tatap Muka Media Tugas Evaluasi
I Pendahuluan • Penjelasan silabus, proses perkuliahan dan cara penilaian Mahasiswa dapat memahami penjelasan silabus, proses perkuliahan dan cara penilaian. Mahasiswa dapat menhelaskan :
• Penjelasan silabus, proses perkuliahan dan cara penilaian 1, 2,3 Kuliah, diskusi White board dan OHP, LCD Tugas makalah Presentasi kehadiaran
UTS
UAS
II Konsep dasar Pemasaran Sosial • Masalah Pemaaran Sosial dan kemersial marketing Mahasiswa dapat memahami Masalah pemasaran sosial Mahasiswa dapat menhelaskan :
• Masalah pemasaran sosial dengan komersial marketing Idem Kuliah, diskusi White board dan OHP, LCD Pekerjaan rumah Pekerjaan rumah
UTS
UAS
III Menejemen marketing • Penilaian konsep produksi, konsep produk Mahasiswa dapat memahami berbagai konsep pemasaran Mahasiswa dapat menjelaskan :
.menejemen pamasaran sosial Idem Idem Idem Idem Idem
IV • Penilaian konsep penjualan dan konsep pemasaran Sosial
Mahasiswa dapat memahami
Konsep penjualan dan pemasaran sosial Mahasiswa dapat menjelaskan :
• Penilaian Konsep penjualan dan pemasaran sosial Idem Idem Idem Idem Idem
V Proses Manajemen • Analisis Kesempatan Pasar Mahasiswa dapat memahami Kemepatan Pasar Mahasiswa dapat menjelaskan :
• Analisis Kesempatan pasar Idem Idem Idem Idem Idem
VI • Proses Keputusan Membeli Mahasiswa dapat memahami proses keputusan membeli Mahasiswa dapat menjelaskan :
• Perilaku pengambilan keputusan konsumen / pasien Idem Idem Idem Idem Idem
VII Target Marketing • Berbagai langkah pemasaran Mahasiswa dapat memahami Langkah-langkah dalam pemasaran Mahasiswa dapat menjelaskan :
• Langkah Pemasaran sosial
• Segmentasi dan pentargetan pasar
• Produk, Merk dan Kemasar Idem Idem Idem Idem Idem
VIII UJIAN MID SEMESTER
IX Penetapan Harga Pasar • Prosedur penetapan harga pasar Mahasiswa dapat memahami bagaimana harga pasar berlangsung dan proses penetapan harga Mahasiswa dapat menjelaskan :
• Berlangsungnya harga pasar dan penetapan harga Idem Idem Idem Idem Idem
X • Strategi Penetapan harga Mahasiswa dapat memahami berbagai strategi dan taktik dalam menetapkan harga Mahasiswa dapat menjelaskan :
• Berbagai strategi penetapan harga Idem Idem Idem Idem Idem
XI Proses Pemasaran Sosial • Proses pemasaran sosial berlangsung Mahasiswa dapat memahami proses pemasaran sosial Mahasiswa dapat menjelaskan :
• Proses pemasaran sosial Idem Idem Idem Idem Idem
XII • Program, pelaksanaan dan evaluasi Mahasiswa dapat memahami program, pelaksanaan dan evaluasi pemasaran sosial Mahasiswa dapat memahami :
• Program, pelaksanaan dan evaluasi pemasaran sosial Idem Idem Idem Idem Idem
XIII Pola Pikir Pemasaran sosial • Fokus ke pelanggan Mahasiswa dapat memahami berbagai prinsip pemasaran sosial Mahasiswa dapat menjelaskan :
• Prinsip-prinsip pemasaran sosial Idem Idem Idem Idem Idem
XIV • Segmentasi pemasaran sosial Mahasiswa dapat memahami bagaimana mensegmentasikan pemasaran sosial Mahasiswa dapat menjelaskan :
• Segementasi pemasaran soaial Idem Idem Idem Idem Idem
XV Review • Mengulang secara singkat semua materi Mahasiswa dapat memahami semua materi Mahasiswa dapat menjelaskan semua mater Idem Idem Idem Idem Idem
XVI UJIAN AKHIR SEMESTER
Literatur :
1. Boy S. Sabarguna, Pemasaran Rumah Sakit,Yogyakarta, Konsursium RS Isalam Jateng DIY, 2004.
2. Kotler, Philp, Marketing Jilid I dan II Jakarta Penerbit Erlangga. 1987
3. Kotler, Philp dan Nancy Lee, Pemasaran Sektor Publik, Indjonesia, PT Macanan Jaya Cemerlang, 2007
4. Kotler, Philip dan Nancy Lee, Pemasaran Sosial Sektor Publik, Indonesia, PT Indeks. 2007.
5. Ova Emilia, Promkes Dalam Lingkup Kesehatan Reproduksi, Jkt, Pustaka Cendekia Press, 2008
6. Tjandra Yoga Aditama, Manajemen Administrasi Rumah Sakit, Jkt, UI Press, 2006
7. Soekidjo Notoatmodjo, Penidikan dan Perilaku Kesehatan, Jakarta, PT Rineka Cipta, 2003
8. Buku-buku lain yang relevan
Dosen Pengampu,
SUTARMO,SE,MPD
A. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mempelajari dan mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami, menjelaskan dan mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip pemasaran social, strategi pemasaran, segmentasi pasar, perilaku konsumen, aspek komunikasi dalam pemasaran dan rieset pemasaran. Penerapan pendekatan pmasaran dalam bidang kesehatan dan keluarga berencana di lingkuangannya dalam rangka meningkatkan kinerja sektor publik.
B. Tujuan Instruksional Khusus
1. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang pemasaran dan pemasaran sosial. Untuk memenuhi tujuan instrusional khusus ini, maka pokok bahasan dan sub pokok bahasannya meliputi :
1.1. Aspek pemasaran dengan sub pokok bahasan tentang pengertian pemasaran, pemasaran dan pemasaran social.
1.2. Prinsip-prinsip pemasaran social : Konsep Produksi, konsep produk, konsep penjualan dan konsep pemasaran
1.3. Manajemen Pemasaran : Menganalisis kesempatan pasar, memilih pasar, mengembangkan baruan pemasaran, dan mengelola usaha pemasaran
2. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang peningkatan konsep kinerja sector public : Apa yang diinginkan masyarakat terhadap sector public, peran pemasaran sosial
2.1. Memahami Pola piker pemasaran : Fokus yang terpusat pada pelanggan, segmentasi pasar, identifikasi pesaing, alat pemasaran, memantau pemasaran
2.2. Menerapkan alat pemasaran : produk, harga, tempat, Promosi.
2.3. Meningkatkan layanan dan kepuasan pelanggan : Pelayanan pelanggan, manfaat kepuasan pelanggan, praktek mendukung kepuasan pelanggan.
»» READMORE...
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
Univet Bantara Sukoharjo
Mata Kuliah : Pemasaran Sosial
Bobot Kredit : 2 SKS
Tatap Muka Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Tujuan Instruksional Umum (T.I.U) Tujuan Instruksional Khusus (T.I.K) Sumber/ Literatur Bentuk Tatap Muka Media Tugas Evaluasi
I Pendahuluan • Penjelasan silabus, proses perkuliahan dan cara penilaian Mahasiswa dapat memahami penjelasan silabus, proses perkuliahan dan cara penilaian. Mahasiswa dapat menhelaskan :
• Penjelasan silabus, proses perkuliahan dan cara penilaian 1, 2,3 Kuliah, diskusi White board dan OHP, LCD Tugas makalah Presentasi kehadiaran
UTS
UAS
II Konsep dasar Pemasaran Sosial • Masalah Pemaaran Sosial dan kemersial marketing Mahasiswa dapat memahami Masalah pemasaran sosial Mahasiswa dapat menhelaskan :
• Masalah pemasaran sosial dengan komersial marketing Idem Kuliah, diskusi White board dan OHP, LCD Pekerjaan rumah Pekerjaan rumah
UTS
UAS
III Menejemen marketing • Penilaian konsep produksi, konsep produk Mahasiswa dapat memahami berbagai konsep pemasaran Mahasiswa dapat menjelaskan :
.menejemen pamasaran sosial Idem Idem Idem Idem Idem
IV • Penilaian konsep penjualan dan konsep pemasaran Sosial
Mahasiswa dapat memahami
Konsep penjualan dan pemasaran sosial Mahasiswa dapat menjelaskan :
• Penilaian Konsep penjualan dan pemasaran sosial Idem Idem Idem Idem Idem
V Proses Manajemen • Analisis Kesempatan Pasar Mahasiswa dapat memahami Kemepatan Pasar Mahasiswa dapat menjelaskan :
• Analisis Kesempatan pasar Idem Idem Idem Idem Idem
VI • Proses Keputusan Membeli Mahasiswa dapat memahami proses keputusan membeli Mahasiswa dapat menjelaskan :
• Perilaku pengambilan keputusan konsumen / pasien Idem Idem Idem Idem Idem
VII Target Marketing • Berbagai langkah pemasaran Mahasiswa dapat memahami Langkah-langkah dalam pemasaran Mahasiswa dapat menjelaskan :
• Langkah Pemasaran sosial
• Segmentasi dan pentargetan pasar
• Produk, Merk dan Kemasar Idem Idem Idem Idem Idem
VIII UJIAN MID SEMESTER
IX Penetapan Harga Pasar • Prosedur penetapan harga pasar Mahasiswa dapat memahami bagaimana harga pasar berlangsung dan proses penetapan harga Mahasiswa dapat menjelaskan :
• Berlangsungnya harga pasar dan penetapan harga Idem Idem Idem Idem Idem
X • Strategi Penetapan harga Mahasiswa dapat memahami berbagai strategi dan taktik dalam menetapkan harga Mahasiswa dapat menjelaskan :
• Berbagai strategi penetapan harga Idem Idem Idem Idem Idem
XI Proses Pemasaran Sosial • Proses pemasaran sosial berlangsung Mahasiswa dapat memahami proses pemasaran sosial Mahasiswa dapat menjelaskan :
• Proses pemasaran sosial Idem Idem Idem Idem Idem
XII • Program, pelaksanaan dan evaluasi Mahasiswa dapat memahami program, pelaksanaan dan evaluasi pemasaran sosial Mahasiswa dapat memahami :
• Program, pelaksanaan dan evaluasi pemasaran sosial Idem Idem Idem Idem Idem
XIII Pola Pikir Pemasaran sosial • Fokus ke pelanggan Mahasiswa dapat memahami berbagai prinsip pemasaran sosial Mahasiswa dapat menjelaskan :
• Prinsip-prinsip pemasaran sosial Idem Idem Idem Idem Idem
XIV • Segmentasi pemasaran sosial Mahasiswa dapat memahami bagaimana mensegmentasikan pemasaran sosial Mahasiswa dapat menjelaskan :
• Segementasi pemasaran soaial Idem Idem Idem Idem Idem
XV Review • Mengulang secara singkat semua materi Mahasiswa dapat memahami semua materi Mahasiswa dapat menjelaskan semua mater Idem Idem Idem Idem Idem
XVI UJIAN AKHIR SEMESTER
Literatur :
1. Boy S. Sabarguna, Pemasaran Rumah Sakit,Yogyakarta, Konsursium RS Isalam Jateng DIY, 2004.
2. Kotler, Philp, Marketing Jilid I dan II Jakarta Penerbit Erlangga. 1987
3. Kotler, Philp dan Nancy Lee, Pemasaran Sektor Publik, Indjonesia, PT Macanan Jaya Cemerlang, 2007
4. Kotler, Philip dan Nancy Lee, Pemasaran Sosial Sektor Publik, Indonesia, PT Indeks. 2007.
5. Ova Emilia, Promkes Dalam Lingkup Kesehatan Reproduksi, Jkt, Pustaka Cendekia Press, 2008
6. Tjandra Yoga Aditama, Manajemen Administrasi Rumah Sakit, Jkt, UI Press, 2006
7. Soekidjo Notoatmodjo, Penidikan dan Perilaku Kesehatan, Jakarta, PT Rineka Cipta, 2003
8. Buku-buku lain yang relevan
Dosen Pengampu,
SUTARMO,SE,MPD
A. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mempelajari dan mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami, menjelaskan dan mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip pemasaran social, strategi pemasaran, segmentasi pasar, perilaku konsumen, aspek komunikasi dalam pemasaran dan rieset pemasaran. Penerapan pendekatan pmasaran dalam bidang kesehatan dan keluarga berencana di lingkuangannya dalam rangka meningkatkan kinerja sektor publik.
B. Tujuan Instruksional Khusus
1. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang pemasaran dan pemasaran sosial. Untuk memenuhi tujuan instrusional khusus ini, maka pokok bahasan dan sub pokok bahasannya meliputi :
1.1. Aspek pemasaran dengan sub pokok bahasan tentang pengertian pemasaran, pemasaran dan pemasaran social.
1.2. Prinsip-prinsip pemasaran social : Konsep Produksi, konsep produk, konsep penjualan dan konsep pemasaran
1.3. Manajemen Pemasaran : Menganalisis kesempatan pasar, memilih pasar, mengembangkan baruan pemasaran, dan mengelola usaha pemasaran
2. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang peningkatan konsep kinerja sector public : Apa yang diinginkan masyarakat terhadap sector public, peran pemasaran sosial
2.1. Memahami Pola piker pemasaran : Fokus yang terpusat pada pelanggan, segmentasi pasar, identifikasi pesaing, alat pemasaran, memantau pemasaran
2.2. Menerapkan alat pemasaran : produk, harga, tempat, Promosi.
2.3. Meningkatkan layanan dan kepuasan pelanggan : Pelayanan pelanggan, manfaat kepuasan pelanggan, praktek mendukung kepuasan pelanggan.
Jumat, 30 Desember 2011
Seri Manajemen SDM : Hakekat Motivasi
APA DAN BAGAIMANA MOTIVASI/
Oleh Sutarmo
A.
Teori Motivasi
1.
Content Theory ( apa
motivasi)
2.
Process Theory(
bagaimana motivasi)
3.
Reinforcement Theory (
bagaiman perilaku dipelajari)
1. Content
Theory, tokoh-tokohnya adalah Maslow, McGregor, Herzberg, Atkinson dan
McCelland. Intinya, teori ini menekankan arti pentingnya pemahaman
faktor-faktor yang ada di dalam individu
yang menyebabkan mereka bertingkah laku tertentu.
1.
Teori ini mencoba menjawab pertanyaan spt : Kebutuhan apa yang dicoba dipuaskan oleh seseorang?
2.
Apa yang menyebabkan
mereka melakukan sesuatu?
Dalam pandangan
ini, setiap orang mempunyai kebutuhan yang ada di dalam ( inner needs) yang menyebabkan
mereka didorong, ditekan atau dimotivasi untuk memenuhinya. Pimpinan tinggal
menebak kebutuhan apa yang diinginkan dengan mengamati perilaku mereka
kemudian memilih cara apa yang bisa
digunakan suapaya mereka mau bertindak sesuai dengan keinginan manajer.
Kebutuhan Dorongan Tindakan
Kepuasan
Gambar 1. Model Motivasi dari Content
Theory
Tapi
prakteknya sangat sulit menerapkan teori ini karena hal-hal sbb :
1.
Kebutuhan sangat
bervariasi antar individu
2.
Perwujudan kebutuhan
dalam tindakan juga sangat bervariasi
3.
Individu tidak selalu konsisten
dengan tindakannya
4.
Reaksi individu terhadap
keberhasilan atau kegagalan memuaskan kebutuhannya berbeda-beda.
Process
Theory
Menekankan bagaimana dan dengan tujuan apa setiap
individu dimotivisir. Dasar dari teori
ini adalah adanya expectancy ( pengharapan ) yaitu apa yang dipercayai oleh
para individu akan mereka peroleh dari tingkah laku mereka
Sebagai
contoh, apabila seseorang percaya bahwa bekerja dan mempu mencapai deadline
akan memperoleh pujian, tp kalau tidak bisa selesai pada deadline akan
memperoleh teguran, dan ia lebih suka untuk memperoleh pujian, maka ia akan
bekerja untuk bisa selesai ( sebelum ) deadline . Sebaliknya, apabila selesai
terlambatpun tidak akan diapa-apakan, sebagaimana selesai tepat pada
waktunya juga didak diapa-apakan, maka ia mungkin tidak akan terdorong untuk
menyelesaikan tepat pada waktunya.
Dasar
ke dua dari teroi proses ini adalah adanya Valence atau kekuatan
dari preferensi individu terhadap hasil yang diharapkan. Misal, bekerja keras melebihi
target akan menyebabkan seseorang dinaikan pangkatnya menjadi superviser, dan
orang memang berekeinginan sangat kjuat untuk menjadi seorang superviser, maka
ia akan bekerja keras untuk mepampau target produk tsb Reinforcement Theory
Menjelaskan bagaimana konsekuensi perilaku di masa yang
lalu mempengaruhi tindakan di masa yang akan datang dalam suatu siklus proses belajar. Karena
umumnya individu lebih suka akibat yang menyenangkan, mereka umumnya akan
mengulangi perilaku yang akan mengakibatkan konsekuensi yang menyenangkan.
PANDANGAN
MOTIVASI DALAM ORGANISASI
1. Model
Tradisional
Untuk mendorong agar karyawan melakukan
pekerjaan mereka dengan berhasil, para manajer menggunakan sistem upah
insentif, semakin banyak mereka menghasilkan, semakin besar penghasilan mereka.
Theori ini menganggap bahwa para pekerja sebenarnya adalah pemalas dan bisa
didorong hanya dengan imbalan keuangan.
Dalam berbagai situasi tt, model insentif cukuf efektif, namun dalam
jangka panjang kemudian muncul job security
( pekerjaan yang ajeg)
2. Model
hubungan manusiawi ( Human Relations Model )
Elton Mayo
dan peneliti lain menemukan bahwa :
a. Kontak
sosial yang dialami karyawan dalam bekerja merupakan hal yang sangat penting
bagi karyawan.
Model hubungan
manusiawi ( Human Relations Model )
b.
Kebosanan dan kerutinan pekerjaan merupakan hal-hal yang mengurangi motivasi
bekerja
c.
Para menejer bisa
memotivisir karyawan dengan mengakui kebutuhan sosial mereka dan dengan membuat
mereka merasa penting dan berguna
Implementasi
Model hubungan manusiawi
1.
Organisasi mencoba
mengakui kebutuhan sosial karyawan
2.
Karyawan diberikan lebih
banyak kebebasan untuk mengambil keputusan dalam menjalankan pekerjaan mereka
3.
Perhatian yang besar
kepada organisasi informal
Lebih
banyak informasi yang diberikan tentang keinginan manajemen dan operasi
perusahaan Model SDM (
Human Resources Model)
a. Karyawan
sebenarnya mempunyai motivasi yang sangat beraneka ragam, bukan hanya karena
uang ataupun keinginan kepuasan tetapi juga kebutuhan untuk berprestasi dan
mempunyai “arti” dalam bekerja.
b. Sebagian besar individu sudah mempunyai
dorongan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik, dan tidak selalu para
karyawan memandang pekerjaan sebagai suatu hal yang tidak menyenangkan
c. Umumnya para pekerja akan memperoleh
kepuasan karena prestasi yang tinggi, shg
karyawan bisa diberikan tanggung jawab yang lebih luas untuk mengambil
keputusan dan melaksanakan tugas-tugas mereka
d. Tugas
manajer, bukanlah “menyuap” para karyawan dengan upah yang tinggi untuk mau
melakukan apa yang diinginkan oleh manajer, tetapi adalah untuk mengembangkan
tanggung jawab bersama untuk mencapai
tujuan organisasi dan anggotanya, dimana setiap karyawan menyumbangkan sesuai
dengan kepentingan dan kemampuan masing-masing.
MODEL MANA YANG DIPAKAI ? MODEL MANA
YANG DIPAKAI ?
Berbagai
studi motivasi menemukan bahwa saat ini manager menggunakan dua model
sekaligus, dengan para bawahan, menager cenderung
untuk menggunakan model hubungan manusiawi, mereka mencoba mengurangi penolakan
dari para karywan dengan memperbaiki moral dan kepuasan. Sedangkan diantara
manajer lebih disukai model sumber daya
manusia mereka merasa bahwa bakat belum dimanfaatkan secara penuh dan mencoba mencari gtanggung jawab yang lebih
besari dari para atasan mereka.
. Karyawan
sebenarnya mempunyai motivasi yang sangat beraneka ragam, bukan hanya karena
uang ataupun keinginan kepuasan tetapi juga kebutuhan untuk berprestasi dan
mempunyai “arti” dalam bekerja.
d. Sebagian besar individu sudah mempunyai
dorongan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik, dan tidak selalu para
karyawan memandang pekerjaan sebagai suatu hal yang tidak menyenangkan
e. Umumnya para pekerja akan memperoleh
kepuasan karena prestasi yang tinggi, shg
karyawan bisa diberikan tanggung jawab yang lebih luas untuk mengambil
keputusan dan melaksanakan tugas-tugas mereka
f. Tugas manajer, bukanlah “menyuap” para
karyawan dengan upah yang tinggi untuk mau melakukan apa yang diinginkan oleh
manajer, tetapi adalah untuk mengembangkan tanggung jawab bersama untuk mencapai tujuan organisasi dan
anggotanya, dimana setiap karyawan menyumbangkan sesuai dengan kepentingan dan
kemampuan masing-masing.
III.
JENIS-JENIS MOTIVASI
a.
Motivasi Positif
b.
Motivasi Negatif
Proses untuk mempengaruhi orang lagin
agar menjalankan sesuatu yang kita inginkan dengan cara memberikan kemungkinan
untuk mendapatkan “hadiah”, disebut Motivasi Positif. Kalau prosesnya dengan menggunakan kekuatan-kekuatan, disebut
motivasi negatif.
Jenis
Hadiah : tambahan uang, tambahan penghargaan dsb
Jenis
kekuatan : kehilangan pengakuan, uang atau mungkin jabatan.
Motivasi jenis mana yang akan anda pilih ?
3.
JENIS-JENIS MOTIVASI
a.
Motivasi Positif
b.
Motivasi Negatif
Proses untuk mempengaruhi orang lagin
agar menjalankan sesuatu yang kita inginkan dengan cara memberikan kemungkinan
untuk mendapatkan “hadiah”, disebut Motivasi Positif. Kalau prosesnya dengan menggunakan kekuatan-kekuatan, disebut
motivasi negatif.
Jenis
Hadiah : tambahan uang, tambahan penghargaan dsb
Jenis
kekuatan : kehilangan pengakuan, uang atau mungkin jabatan.
Motivasi jenis mana yang akan anda pilih ?
Bagaimana pengaruh motivasi thp
produktivitas? Macam Motivasi Positif
1.
Penghargaan thp pekerjaan
yang dilakukan
kebanyakan manusia senang menerima
pengakuan terhadap pekerjaan yang diselesaikan dengan baik
2.
Informasi
Latar belakang atau alasan suatu tindakan
3.
Pemberian perhatian yang tulus kepada karyawan sebagai seorang individu
Suatu perhatian yang diberikan dapat
menimbulkan akibat yang berbeda-beda ( konsep “individual differences”), sebab
itu jangan berlebihan
4. Persaingan
Umumnya seiap orang senang bersaing
secara jujur. Manajer dapat memberikan hadiah untuk pemenang
5.
Partisipasi .
Partisipasi
“ democratic management atau
consultative supervision “. Partisipasi
ini membawa manfaat, seperti bisa dibuatnya keputusan yang lebih baik, karena
banyaknya sumbangan pikiran, adanya penerimaan yang lebih besar terhadap
perintah yang diberkan dan adanya perasaan diperlukan ( feeling of importance )
6.
Kebanggaan
memberikan tantangan yang wajar,
keberhasilan mengalahkan tantangan akan
memberikan kebanggaan .
7.
Uang
Penggunaan uang sebagai alat motivasi terutama berguna untuk memuaskan kebutuhan
yang bersifat pisiologis.
Seri Manajemen SDM :Bagaimana Menjadi Pimpinan yang visioner?
Bagaimana Menjadi Pimpinan yang
visioner?
Oleh Sutarmo
Manajer adalah seseorang yang mempunyai wewenang
untuk memerintah orang lain. Atau, seseorang yang di dalam menjalankan
pekerjaanya, untuk mencapi tujuan yang telah ditetapkan, menggunakan bantuan orang lain.
Pendekatan
1.
Traits ( Sifat, perangai)
atau kualitas yang diperlukan seseorang untuk menjadi pimpinan
2.
Behavior ( perilaku) yang
diperlukan untuk menjadi pemimpin yang efektif
Kedua
pendekeatan ini berasumsi bahwa apabila seseorang mempunyai karakteristik atau
kelitas dan perilaku ttt, akan menjadi seorang pemimpin dalam situasi apapun ia
ditempatkan Contingency, yang
mendasarkan atas faktor-faktor situasional, untuk menentukan gaya kepemimpinan
yang efektif Tugas Pemimpin
Berkewajiban
untuk mencapai tujuan organisasi dan memberikan perhatian terhadap kebutuhan
para karyawan di bawahnya
R.L. Khan :
1.
Memberikan kepuasan thp
kebutuhan langsung para bawahannya
2.
Menyusun “jalur “
pencapaian tujuan
3.
Menghilangkan hambatan-hambatan
pencapaian tujuan
4.
Mengubah tujuan karyawan
shg tujuan mereka bisa berguna secara organisatoris
Robert c.
Miljus pemimpin bertanggung jawab :
1.
Menentukan tujuan
pelaksanaan kerja yang realistis ( kuantitas, kualitas, keamanan dsb)
2.
Melengkapi para karyawan
dengan sumberdana-sumberdana yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya
3.
Mengkomunikasikan kepada
para karyawan ttg apa yang diharapkan dari mereka
4.
Memberikan susunan hadiah
yang sepadan untuk mendorong prestasi
5.
Mendelegasikan wewenang
apabila diperlukan dan mengundang partisipasi
apabila memungkinkan
6.
Menghilangkan hambatan
untuk pelaksanaan pekerjaan yang efektif
7.
Menilai pelaksanaan
pekerjaan dan mengkomunikasikan hasilnya
8.
Menunjukan perhatian
kepada para karyawan
WEWENANG
KEPEMIMPINAN
Wewenang
adalah hak untuk bertindak atau mempengaruhi tingkah laku orang yang
dipimpinnya.
Dari
Mana Wewenang ?
1.
Dari Atasan : seseorang yang
diberi wewenang untuk memerintah dari atasannya, cara ini biasa disebut top
down authority.
2.
Bottom up authority : pimpinan dipilih (
diterima) oleh mereka yang menjadi bawahannya
Mana
yang terbaik ?
KRETERIA
MEMILIH PEMIMPIN
1.
Keinginan untuk menerima
tanggung jawab
Kemampuan
untuk bisa perceptive ( persepsi ) : kemampuan untuk mengamati atau menemukan kenyataan dari suatu
lingkungan. SWOT diri dan lingkungannya . Kemempuan untuk
bersikap obyektif
Obyektivitas
adalah kemampuan untuk melihat suatu peristiwa atau masalah secara
rasional, impersonal, dan tidak bias.
Obyektivitas merupakan perluasan dari kemampuan perseptive. Perceptivitas menimbulkan kepekaan terhadap
fakta, kajadian dan kenyataan-kenyataan yang lain, maka obyektivitas membantu
pimpinan untuk meminimumkan faktor-faktor
emosional dan pribadi yang mungkin mengaburkan realitas
4.
Kemampuan untuk menentukan prioritas
Memilih mana yang penting, dan mana yang
tidak
5.
Kemampuan untuk berkomunikasi
Kemampuan untuk memberi dan menerima
informasi.
STUDI
TENTANG KEPEMIMPINAN
1. Studi Sifat-sifat pemimpin : berpandangan
bahwa pempinan itu dilahirkan, dan bukannya dibuat.
Menggunakan
dua pendekatan:
a.
Membandingkan sifat-sifat pemimpin dan yang bukan pemimpin
b.
Membandingkan sifat-fisat pemimpin efektif dan yang tidak efektif
Kesimpulannya
: pemimpin mempunyai ciri-ciri agak
lebih jangkung, cerdas, lebih extrovert, lebih percaya diri. Bagaimana?
Napoleon ( pendek) dan Lincoln (pemurung dan introvert) bisa menjadi pemimpin
yang disegani Studi
Perilaku Pemimpin/Gaya kepemimpinan(style
of leadership)
Mencoba
meneliti tentang apa yang dilakukan oleh pemimpin yang efektif, bagaimana
mendelegasikan tugas, bagaimana mereka berkomunikasi dan memotivisir bawahan.
Kesamaannya dengan studi kualitas, yaitu
menganggap bahwa ada suatu cara terbaik untuk memimpin. Bedanya, studi perilaku
pemimpin merupakan sesuatu yang bisa
dipelajari.
Gaya
kepemimpinan? Pola tingkah laku yang dirancang untuk mengintegrasikan tujuan
organisasi dengan tujuan individu untuk mencapai suatu tujuan tt.
Pembagian
menurut Harris, yaitu The autocratic
leader, the participative leader dan the free-rein leader a. The autocratic leader ( pemimpin otokratik)
Yaitu menganggap bahwa semua kewajiban untuk mengambil keputusan, untuk
menjalankan tindakan, dan untuk mengarahkan, memberi motivasi dan mengawasi
bawahannya terpusat ditangannya.
b. The Participative Leader
Yaitu menjalankan kemepimpinannya dengan
konsultasi. Bawahan akan didorong untuk meningkatkan kemampuan mengendalikan
diri dan menerima tanggung jawab yang lebih besar. Tapi manajer tidak
mendelegasikan wewenangnya.
c. The Free Rein Leader
Yaitu, pemimpin mendelegasikan wewenangnya
untuk mengambil
Mengambil
keputusan kepada para bawahan dengan agak lengkap. Prinsipnya, pemimpin akan
mengatakan “ Inilah pekerjaan yang harus saudara lakukan,. Saya tidak peduli
bagaimana cara mengerjakannya, asalkan
pekerjaan tsb bisa diselesaikan dengan baik.
Pembagian
menurut J. Reddin dengan “Reddin 3 D
theory” yaitu apabila seorang pemimpin berorientasi pada tugas ( task) yang diberikan
ataukah pada manusia yang mengerjakannya.
Bagian I, memisahkan/tidak memperhatikan baik
pelaksanaan tugas, maupun orang yang melaksanakannya
Bagian II,
lebih memperhatikan pelaksanaan tugas, dan sedikit perhatian pada orang yang
melaksanakannya
Bagian
III, sangat memperhatikan orang yang
melaksanakannya dan sedikit perhatian pada pelaksanaan tugasnya
Bagian IV,
sangat memperhtikan, baik pada pelaksanaan tugas maupun orang yang
melaksanakannya.
Reddin 3 D
styles
1 – I Deserter
1 - E
Bureaucrat
2 – I Autokrat
2 - E
Benevolent Autocrat
3 - I
Missionary
I E
3 - E
Developer o 3 4
4 - I
Compromiser p E
I
4 - E
Executive M E
E
1 2
I
I
Orientasi pd tugas
MEMILIH
GAYA KEPEMIMPINAN
Pilih mana
?
Memilih
gaya yang cocok dengan memperhatikan berbagai faktor, seperti organisasi,
manajer, bawahan dan situasi penugasan.
Ini disebut dengan pendekatan continegncy
Macam
Motivasi Positif
1.
Penghargaan thp pekerjaan
yang dilakukan
kebanyakan manusia senang menerima
pengakuan terhadap pekerjaan yang diselesaikan dengan baik
2.
Informasi
Latar belakang atau alasan suatu tindakan
3.
Pemberian perhatian yang tulus kepada karyawan sebagai seorang individu
Suatu perhatian yang diberikan dapat
menimbulkan akibat yang berbeda-beda ( konsep “individual differences”), sebab
itu jangan berlebihan
4. Persaingan
Umumnya seiap orang senang bersaing
secara jujur. Manajer dapat memberikan hadiah untuk pemenang
5.
Partisipasi
Macam
Motivasi Positif
5.
Partisipasi
“ democratic management atau
consultative supervision “. Partisipasi
ini membawa manfaat, seperti bisa dibuatnya keputusan yang lebih baik, karena
banyaknya sumbangan pikiran, adanya penerimaan yang lebih besar terhadap
perintah yang diberkan dan adanya perasaan diperlukan ( feeling of importance )
6.
Kebanggaan
memberikan tantangan yang wajar,
keberhasilan mengalahkan tantangan akan
memberikan kebanggaan .
7.
Uang
Penggunaan uang sebagai alat motivasi terutama berguna untuk memuaskan kebutuhan
yang bersifat pisiologis.
Seri Manajemen SDM:Bagaimana mengatasi konflik?
Bagaimana mengatasi konflik?
Oleh Sutarmo
Mengapa
terjadi konflik? Adanya perbedaan interest antara karyawan dan pemilik perusahaan.
Karyawan menghendaki bisa memenuhi
kebutuhan hidupnya dari pekerjaan tsb dengan gaji yang besar, sementara pemilik
menghendaki untuk mengembangkan perusahaan
PENDAPAT TTG KONFLIK
1. Pandangan Tradisional : konflik merupakan hal yang tidak diinginkan dan
berbahaya bagi perusahaan. Konflik menurut pandangan ini disebabkan ada sesuatu
yang salah dalam organisasi sehingga perlu dibetulkan,
2. Pandangan Perilaku
Berpandangan bahwa konflik merupakan suatu peristiwa yang sering terjadi
dalam kehidupan organisasi. Konflik bisa memberikan manfaat ( fungsional), dan
juga bisa merugikan ( tidak fungsional),
namun konflik pada umumnya merugikan
organisasi.
3. Pandangan Interaksi
Berpendapat bahwa konflik dalam organisasi merupakan hal yang tak
terhindarkan dan bahkan diperlukan bagaimanapun organisasi dirancang dan
bekerja.
Meskipun konflik sering merugikan,
tetapi tidak bisa diingkari bahwa konflik sering pula membuat organisasi
bisa beroperasi dengan lebih efektif.
Apa bedannya dengan pandangan perilaku? Dalam perilaku, konflik sedapat
mungkin dihilangkan apabila timbul, sedang dalam pandangan interaksi konflik
bukanlah merupakan hal yang harus ditekan,
atau meneger harus menghilangkan semua konflik, tetapi lebih ditekankan
pada pengelolaan konflik tsb. Dicoba diminimumkan aspek-asepk yang merukgikan
dan memaksimumkan aspek-aspek yang menguntungkan.
KONFLIK ANTARA KELOMPOK KELOMPOK DALAM ORGANSIASI
Apa itu konflik? Adalah ketidaksetujuan antara dua atau
atau lebih anggota organisasi atau kelompok-kelompok dalam organisasi yang
timbul karena mereka harus menggunakan sumberdaya yang langka scara
bersama-sama, atau menjalankan kegiatan bersama-sama, dan atau karena mereka
mempunyai status, tujuan, nilai-nilai dan persepsi yang berbeda.
Apa beda persaingan dan konflik?
Dalam persaingan dua pihak tidak bisa mencapai tujuan secara serentak, dan juga
mereka tidak bisa saling mengganggu. Dalam konflik bisa mencapai tujuan
bersama.
KONFLIK FUNGSIONAL DAN TIDAK FUNGSIONAL
Fungsional karena (1) menemukan cara yang lebih efisien dalam menggunakan
dana(2) cara menghemat biaya(3) meningkatkan prestasi masing-masing devisi.
Akibat konflik
Hubungan kerja sama antar kepala devisi rusak .
Konflik menjadi sangat merusak
apabila konflik tidak terkendali.
Akibat konflik secara umum :
- Timbulnya kekompakan di antara anggota-anggota yang mempunyai konflik dengan kelompok yang lain
- Munculnya para pimpinan dari kelompok-kelompok yang saling konflik
- Ada gangguan thp persepsi para anggota organisasi yang mengalami konflik
Perbedaan antar kelompok yang mengalami konflik nampak lebih besar daripada
yang sebenarnya, sedangkan perbedaan pendapat
antar infividu dalam masing-masing kelompok nampak mengecil daripada
yang sebenarnya
5. Terpilihnya “wakil-wakil” yang kuat dari piahak-pihak yang mengalami
konflik
6. Timbulnya ketidak mampuan untuk berpikir dan menganalisa persoalan
secara jernih.
SEBAB TIMBULNYA KONFLIK
- Berbagai sumber daya yang langka
- Perbedaan tujuan
- Saling ketergantungan dalam menjalankan pekerjaan
- Perbedaan dalam nilai atau persepsi
- Sebab lain, gaya seseorang dalam bekerja, miskomunikasi dll
METODE-METODE UNTUK MENANGANI
KONFLIK
- Mengurangi konflik. Cara yang efektif adalah dengan (a) mendinginkan persoalan terlebih dulu ( cooling things down), cara ini sebenarnya belum menyentuh persoalan;(b) membuat “ musuh bersama” shg para anggota dalam kelompok itu bersatu untuk menghadapi musuh tsb. Cara ini sebenarnya juga hanya mengalihkan perhatian dari para anggota kelompok.
- Penyelesaian Konflik. Caranya mendominir atau menekan ( ada pemenang dan ada yang kalah), berkompromi( menemukan dasar yang di tengah, cara ini hanya untuk menyenangkan kedua pihak yang bertentangan) dan penyelesaian masalah secara integratif ( konflik antar kelompok diubah menjadi situasi pemecahan persoalan bersama yang bisa dipecahkan dengan bantuan teknik-teknik pemecahan persoalan, secara organisasi cara ini yang terbaik, tp prakteknya sulit karena kurang adanya kemauan yang sungguh-sungguh dan jujur untuk menyelesaikan persoalan).
KONFLIK ANTARA KARYAWAN DAN MANAJEMEN
Sering terjadi, Cuma cenderung terpendam, karyawan
cenderung diam, sehingga perlu ditempung dengan menggalakakan saluran
komunikasi ke atas ( upward channels of communicatioan)
Cara menemukan konflik atau
sumbernya :
- Membuat prosedur penyelesaian konflik ( grievance procedure)
- Obeservasi langsung
- Kotak saran
- Politik pintu terbuka
- Mengangkat konsultan personalia
- Mengangkat “ ombudsman”, adalah orang yang bertugas membantu “mendengarkan” kesulitan-kesulitan yang ada untuk diberitahukan kepada pimpinan
Kebijaksanaan Kependudukan
KEBIJAKSANAAN KEPENDUDUKAN
Pengertian (PBB)
1.
Kebijaksanaan
kependudukan adalagh langkah-langkah dan program-program yang membantu
tercapainya tujuan-tujuan ekonomi, sosial, demografis dan tujuan-tujuan umum yang lain dengan jalan
mempengaruhi variabel –variabel demografi yang utama, yaitu besar dan
pertumbuhan penduduk serta perubahan dan ciri-ciri demografinya
2.
Kebijakan yang
mempengaruhi variabel kependudukan : vaksinasi anak-anak
3.
Kebijaksanaan yang menanggapi perubahan penduduk : Pendirian
sekolah dll
4.
Kebijaksanaan
kependudukan berhubungan dengan dinamika kependudukan, yaitu perubahan-perubahan terhadap tingkat
fertilitas, mortalitas dan migrasi
Macam kebijakan kependudukan
1.
Pro natalis
: kebijakan yang mendorong meningkatnya angka kelahiran
2.
Anti natalis :
kebijakan yang mendorong turunnya angka
kelahiran
Langganan:
Komentar (Atom)